Showing posts with label Artikel bisnis. Show all posts

10 perbedaan antara seorang manager dan leader


Taukah Anda Bahwa Seorang Manager & Leader Sangat Berbeda Dalam Bersikap,Berikut adalah beberapa perbedaannya.

Seorang Leader adalah :
  1.  Leader : Diangkat karena sepakat
  2.  Leader : Melakukan hal-hal benar              
  3.  Leader : Didukung dari bawah
  4.  Leader : Menjadi secara sukarela
  5.  Leader : Menjadi inspirasi
  6.  Leader : Berhubungan dengan orang
  7.  Leader : Pandangan jarak jauh
  8.  Leader : Menentukan Goal
  9.  Leader : Bertanya apa dan kenapa
  10.  Leader : Menaruh mata pada masa depan  

Seorang Manager adalah :

  1. Manager : Diangkat pakai surat
  2. Manager : Melakukan dengan benar
  3. Manager : Diangkat dari atas
  4. Manager : Menjadi secara mau tak mau
  5. Manager : Menjadi motivasi
  6. Manager : Berhubungan dengan sistem
  7. Manager : Pandangan jarak pendek
  8. Manager : Mempersiapkan segalanya
  9. Manager : Bertanya caranya dan kapan
  10. Manager : Menaruh mata pada hasil akhir


zaman sudah berubah. Bagaimana dengan Anda?


Kita akan membahas tentang industri network marketing, implikasinya, tren, dan faktor-faktor yang akan membuat industri ini menjadi salah satu alternatif yang paling logis untuk orang kebanyakan.

Seperti yang kita ketahui bersama; satu-satunya struktur bisnis yang memungkinkan setiap orang untuk mendapatkan kesempatan penghasilan dan penghargaan yang sama, adalah hanya pada industri ini.

Kemudian industri ini memungkinkan Anda melakukan investasi bisnis yang lebih terjangkau (bahkan mungkin, harga sepatu Anda masih lebih mahal daripada nilai investasi Anda di network marketing!), ada orang yang akan melatih Anda untuk menjadi seorang pebisnis tangguh, dan Anda dapat memulai bisnis ini tanpa melihat latar belakang Anda dan pengalaman Anda.



Bahkan menurut Paul Zane Piltzer, dalam bukunya "The Next Millionaire"; network-marketing akan mengalami booming sebagai akibat perubahaan sosial budaya masyarakat dunia pada umumnya, dan akan melahirkan banyak milyuner baru.


Tren tersebut disebabkan karena terjadinya perubahan sosial budaya serta perilaku masyarakat dunia pada umumnya, yang antara lain di-indikasikan oleh faktor-faktor berikut;


INTELECTUAL DISTRIBUTION (DISTRIBUSI INTELEKTUAL)

Kita semua, pada masa ini, hidup di era yang baru; era ekonomi baru atau dikenal juga dengan istilah era informasi. Era Industrialisasi sudah menjadi masa lalu kita.

Pada era industrialisasi, kita kenal dengan istilah "physical distribution", artinya; produk dan jasa dipindahkan secara fisik ke suatu tempat untuk kemudian interaksi antara produsen dan konsumen terjadi secara fisik ditempat tersebut.

Contohnya adalah supermarket, toko grosir, dlsbnya. Perusahaan-perusahaan seperti Walmart, Target, Carefour, mengalami masa ke-emasannya di era ini. Bahkan keluarga Walton menjadi orang terkaya di Amerika.

Pada era ekonomi baru/era informasi; yang terjadi adalah proses edukasi kepada pelanggan tentang produk atau jasa, yang mereka tidak ketahui ada sebelumnya. Proses tersebut terjadi melalui mulut-ke-mulut, orang-ke-orang.

Kenyataan lain adalah, dengan semakin meningkatnya tingkat pendidikan rata-rata orang di dunia, pengaruh iklan sudah dirasakan kurang efektif. Orang cenderung tidak gampang dipengaruhi lagi oleh iklan-iklan yang ada. Masyarakat memerlukan informasi dan edukasi lebih atas produk dan jasa yang akan mereka gunakan.

Oleh karena itulah, media yang paling efektif untuk memasarkan produk dan jasa ada era informasi ini adalah melalui network marketing, karena secara natural, network marketing memungkinkan terjadinya interaksi yang lebih dari sekedar proses distribusi barang.


AGE OF ENTERPRENEUR (ZAMANNYA PARA PENGUSAHA)

Pada era industrialisasi, pendidikan dan sistem yang ada mendorong orang untuk menjadi pekerja industri. Makanya jargon; belajar yang baik, raih gelar sarjana, bekerja di perusahaan yang besar, dapatkan gaji yang besar, beli rumah, menikah... dan seterusnya, menjadi jargon yang lumrah kita dengar dari orang tua kita.

Orang tua kita adalah produk era industrialisasi, jadi jangan heran kalau mereka berfikir dengan menggunakan kerangka pikiran orang-orang pada era tersebut.

Tidak ada yang salah.Masalahnya adalah, kita sekarang hidup di masa yang berbeda dengan orang tua kita dahulu. Bagaimana kita bersaing di masa sekarang, jika kita masih menggunakan kerangka berfikir orang-orang pada zaman orang tua kita dahulu??

Pada era industrialisasi; berbisnis, memiliki usaha sendiri, masih dianggap beresiko. Lebih aman bagi orang kebanyakan untuk mendapatkan pekerjaan tetap dan mendapat penghasilan yang tetap setiap bulannya. Mengapa..?

Karena mereka memerlukan jaminan! Jaminan penghasilan setiap bulannya!

Itulah sebabnya, mengapa Saya selalu menyarankan orang-orang yang membutuhkan 'jaminan', untuk mencari pekerjaan saja -bekerja untuk orang lain-, dan melupakan keinginannya untuk berbisnis sendiri!

Disamping itu, pada era industrialisasi, perusahaan-perusahaan pada umumnya menyediakan dana pensiun dan perlindungan kesehatan kepada karyawannya. Sayangnya, seperti yang telah kita ketahui semua, hal tersebut sudah kadaluwarsa dan tidak berlaku lagi di masa sekarang.

Pada era ekonomi baru/era informasi, orang-orang sudah sadar akan pentingnya untuk mandiri dan memiliki usaha sendiri (termasuk Anda). Kebanyakan orang di dunia ini sudah mengerti bahwa memiliki bisnis sendiri adalah suatu pilihan yang tepat untuk kesejahteraan dan kebebasan (bukan sekedar "keamanan") hidup diri sendiri dan keluarganya.

Masalah modal finansial, yang selama ini menjadi momok dan hambatan untuk memulai suatu usaha sendiri, telah teratasi dengan tersedianya jenis usaha yang tidak memerlukan modal besar dan dengan resiko yang kecil.


THE DEMOCRATIZATION OF HIGHER VALUES

Inilah sebenarnya yang mengilhami kami untuk berbagi rahasia dengan Anda; era ekonomi baru/era informasi adalah era dimana untuk pertama kalinya, orang-orang di dunia secara bersama-sama melakukan Demokrasi untuk Mendapatkan Kehidupan yang lebih Menyenangkan, Membahagiakan dan Bernilai tinggi!

Anda dan saya, serta kebanyakan orang lain di dunia ini, sudah tidak merasa bahagia lagi dengan gaya hidup yang ada.

Bangun pagi, kena macet, kerja sampai malam, pulang, kena macet (lagi!), demikian seterusnya kecuali di hari Sabtu dan Minggu (well.. ya, masih ada beberapa orang yang kurang beruntung sehingga tetap harus bekerja di hari Sabtu!).

Tanya diri Anda sendiri;

Bagaimana semangat-nya Anda menikmati hari Jum'at sore dan bagaimana suntuk-nya Anda untuk memulai hari di Senin pagi? Apakah Anda mau terus mengalami rutinitas yang menyebalkan itu sampai masa pensiun Anda? Saya sangat tahu bagaimana rasanya, Saya sudah mengalaminya!

Hidup hanya sekali. Hanya satu kali saja! Banyak hal-hal lain di dunia ini yang menarik perhatian daripada sekedar pekerjaan dan rutinitas di kantor.

Bagaimana dengan masalah sosial? Seberapa sering dan lama Anda bertemu dengan anak istri, keluarga, handai tolan, tetangga, dan sahabat-sahabat Anda? Apakah Anda rela membiarkan anak-anak Anda tumbuh dan berkembang tanpa kehadiran Anda, semua karena tuntutan untuk mencari nafkah? Tidak adakah cara yang lebih baik untuk mencari nafkah?

Berbeda dengan masa sekarang, pada era industrialisasi, tingkat kesuksesan seseorang hanya diukur dari seberapa banyak kekayaan materi yang berhasil di-kumpulkannya. Semua orang bekerja untuk mendapatkan uang-uang-uang dan uang!

Di era ekonomi baru/era informasi, orang-orang tidak mau lagi mengorbankan anak, istri, keluarga, hobi dan interest-nya, semata-mata karena alasan untuk mencari nafkah (uang).

Daya tarik dari Network Marketing bagi kebanyakan orang adalah; Anda dapat bekerja kapanpun Anda mau, bagaimana Anda mau melakukannya, dan dengan siapa Anda mau melakukannya. Sesuatu yang tidak akan pernah Anda dapatkan di industri-industri lain!

Bagaimana Anda Dapat  Memiliki Sebuah Monopoli Bisnis Satu-satunya Di Dunia, Serta Bagaimana Anda Dapat Menjalankan Bisnis Tersebut Secara Nyaman, Efektif, Dan Efisien!

Senang dapat berbagi dengan Anda.



Dikutip dari Yoki P. Soufyan artikel


"BERAPA MODAL FINANSIAL YANG ANDA PERLUKAN, UNTUK MEMULAI BISNIS?"


Pada edisi ini, kita akan membahas bersama mengenai peluang dan kesempatan bisnis yang ada. Sebagai permulaan, kita akan lihat dan mencoba menganalisa, kategori bisnis yang umum dan ada sekarang; bisnis konvensional.

"Apa sih bisnis konvensional itu? Kok terdengar kuno, ya?"

Ya, emang gitu kok! Disebut bisnis konvensional karena bisnis dalam kategori ini sudah ada sejak dulu, dan secara umum dilakukan oleh kebanyakan orang-orang di dunia ini. Buka toko kelontong, warung, restoran, cafe, toko komputer, pulsa, warnet, wartel, bisnis pertambangan, dlsbnya, adalah sedikit contoh dari bisnis konvensional.
Oke, trus bagaimana kita menganalisa bisnis konvensional ini dalam kaitannya dengan faktor 4-i (investment, income, insurance, dan inheritence) yang kita pelajari pada edisi lalu?
Mari kita mulai;

INVESTASI

Mulai lah dengan bertanya kepada diri Anda sendiri;
"berapa modal finansial yang Anda butuhkan untuk memulai bisnis yang Anda pilih? Berapa resiko yang harus Anda tanggung jika bisnis Anda tidak berjalan sebagaimana mestinya? Apakah Anda sanggup untuk menanggung semua kerugian finansial yang mungkin terjadi?"
Faktor investasi inilah yang menyebabkan banyak orang segan untuk memulai bisnis sendiri. Apalagi untuk orang dari kalangan kelas miskin dan menengah.

INCOME

Lihat, apakah income yang akan Anda dapatkan dari bisnis Anda, tidak terbatas?
Umumnya, untuk meningkatkan income dari bisnis konvensional, Anda harus melakukan peningkatan dari sisi investasi! Demikian seterusnya.

INSURANCE

"Apakah bisnis Anda memungkinkan Anda untuk terus mendapatkan income, walaupun Anda tidak bekerja (residual income)?"

Kenyataannya adalah semakin tumbuh dan berkembangnya sebuah bisnis, akan membuat pemiliknya terpaksa untuk terikat dan "menikah" dengan bisnisnya! Kenapa begitu? Karena tidak ada yang lebih perduli dengan suatu bisnis, kecuali si pemiliki bisnis tersebut! Sekali Anda berhenti, maka bisnis Anda pun secara pasti akan berhenti.

INHERITENCE

"Apakah bisnis Anda dapat Anda perlakukan sebagai sebuah aset yang langsung dapat Anda wariskan kepada siapa saja?"
Coba bayangkan misalnya Anda memiliki bisnis kafe, kemudian tibalah saatnya Anda untuk pensiun dan menikmati hari tua Anda. Anak, keponakan, saudara, atau kerabat lainnya, adalah orang-orang pertama yang ada dibenak Anda untuk meneruskan menjalankan bisnis kafe Anda. Tapi kamingnya, tidak ada satupun dari mereka yang tertarik untuk meneruskan bisnis kafe Anda. Anak Anda terobsesi untuk menjadi model, keponakan Anda lebih tertarik untuk menjadi konsultan pajak, dan orang-orang dekat Anda lainnya tidak merasa memiliki keahlian untuk menjalankan kafe. Apa yang terjadi dengan bisnis kafe Anda? Apa yang terjadi dengan rencana pensiun Anda?
Bisnis konvensional dan investasi uang dipasar modal, membutuhkan modal finansial yang besar. Faktor modal finansial ini adalah merupakan faktor utama yang menyebabkan banyak orang -yang sudah sadar akan pentingnya memiliki usaha sendiri- terhambat untuk memulai sebuah bisnis.

"Tidak Hanya Itu, Bisnis Konvensional
Juga Membutuhkan 'Skill' Dan Pengalaman"

Anggaplah Anda memiliki modal finansial untuk memulai usaha sendiri. Tapi, apakah Anda memiliki pengalaman dan skill yang dibutuhkan? Siapa yang memiliki skill dan pengalaman tersebut? Apakah mereka bersedia mengajarkan Anda segala skill dan pengalaman yang dibutuhkan untuk memulai sebuah bisnis?
Jawaban yang paling sederhana adalah, Anda dapat belajar dari para pebisnis dilingkungan Anda. Lihat disekeliling Anda, ada berapa banyak para pebisnis. Dan coba dekati mereka, dan minta mereka untuk mengajari Anda segala pengalaman dan skill yang mereka punya.
Jangan kecewa, mereka mungkin benar-benar mau membantu Anda, tapi mereka tidak punya waktu untuk berbagi ilmu dengan Anda. Kebanyakan dari mereka sudah terperangkap oleh tuntutan dan kesibukan sehari-hari bisnis mereka sendiri.
Kita sudah terbiasa mendengar istilah "bisnis keluarga", hal tersebut sangat lumrah, karena biasanya, hanya keluarga dekatlah yang bisa mendapatkan ilmu bisnis, dan diberi kesempatan untuk belajar bisnis. Lihat keluarga Liem, lihat keluarga Bakrie, lihat keluarga Eka Tjipta, keluarga Cendana, keluarga Axa, keluarga Kalla, dll.
Sekarang, apakah kita cukup beruntung untuk menjadi salah satu dari anggota keluarga konglemerat bisnis besar tersebut? Sehingga kita bisa belajar dan diberi kesempatan?
kami punya sebuah peluang yang dapat dilakukan oleh siapa saja, tanpa modal finansial besar dan tanpa perlu pengalaman. Yang diperlukan hanya keinginan kuat dari Anda dan kesedian Anda untuk belajar dan dilatih.

Sumber : http://www.keindahanhidup.com

4 Kesalahan Pengelolaan Uang

Tak semua orang bisa mengelola dengan baik.Mungkin diantara kita,yang tidak memiliki dana tabungan,dana darurat,serta memiliki setumpuk utang.Mungkin slalu bertanya kenapa kita tidak bisa menyisihkan sebagian rezeki kita untuk tabungan,atau malah kita malah lebih terjerumus dengan yang namanya "KEINGINAN", keinginan memiliki sesuatu yang sebenarnya tidak kita butuhkanApa sebenarnya kesalahan utama kita,apa yang harus kita lakukan untuk memperbaikinya?


  • Kesalahan Memprioritaskan Pengeluaran Daripada Simpanan
Setiap mendapat gaji,biasanya langsung membelanjakan terlebih dahulu,& kalau ada sisanya baru ditabung.& biasanya akan habis di pertengahan bulan.Solusinya adalah Balik prosesnya.Pisahkan gaji diawal bulan untuk menabung,min 10% atau max 30% dari gaji kita.Kemudian habiskan sisanya


  • Kesalahan Berinvestasi Sebelum Membuat Dana Darurat
Kesalahan yang sering dilakukan orang ketika mendapat uang ekstra adalah berinvestasi sebelum menyisihkan sebagian untuk dana darurat.Dana darurat adalah fondasi dasar dari portofolio setiap orang,yang jumlahnya senilai 6 kali biaya pengeluaran bulanan rumah tangga,& disimpan untuk kebutuhan darurat.Sebelum menginvestasikan uang sebaiknya memprioritaskan untuk biaya rumah sakit,biaya perbaikan rumah,kendaraan,kebutuhan keluarga yg ekstra,dll.


  • Menghindari Bursa Saham
Bursa saham banyak di salah artikan oleh sebagian orang.Ketika berbicara tentang bursa saham, kita pasti berfikir tentang perdagangan saham,& pada akhirnya kita menjadi takut,karena berfikir itu seperti Judi.Selalu diingat,Perdagangan saham merupakan sebagian kecil dari bursa saham.disana juga terdapat investasi bursa saham,yang berupa jangka panjang.Jika kita mengetahui tentang investasi,kita akan melihat & banyak membandingkannya daripada dengan hanya menaruh uang di deposito berjangka


  • Mendapatkan Saran Finansial Dari Orang Yang Salah
Biasanya kita bertanya kepada orang yang belum mengerti tentang hal  finansial.Seperti,jika kita jadi pengusaha baru bertanya kepada teman untuk nasihat gratis & akhirnya kita salah langkah.karena mereka tidak melihatnya dari sisi bisnis.Hal itu bukanlah nasihat yang baik untuk didapatkan.sebaiknya kita bertanya kepada seseorang yang sudah ahli dibidang finansial.

Sukses Berwirausaha


          Banyak cara yang bisa dilakukan untuk menjadi kaya & sukses dengan mengagendakannya secara serius.secara jaringan (networking) saja,misalnya.Maka untuk era sekarang,promosi lewat website atau internet sangatlah penting.Meskipun hanya untuk kelas menengah,misalnya.Maka perlu memperhatikan persoalan internet.Sebagai upaya membangun sikap profesionalisme sangatlah penting.Dengan menguasai jaringan internet,kita juga bisa berkawan dengan kalangan wirausaha lain yang juga menggunakan jaringan internet dalam memperkenalkan produk & usahanya.

Berikut adalah sejumlah tips sukses berwirausaha perlu diperhatikan :


  • Mengikuti Perkembangan Zaman

Bergabung dalam organisasi yang berkaitan dengan dunia usaha yang akan di geluti.perbanyak membaca serta gali informasi senayak mungkin yang kita butuhkan untuk usaha.salah satunya dengan internet,yang banyak memberikan informasi.


  • Membuat Rencana Keuangan
Catat semua pemasukan & pengeluaran setiap harinya.Buatlah perencanaan jangka pendek & jangka panjang.jangan menyerahkan kondisi keuangan kepada nasib.perhitungkanlah dengan matang.


  • Disiplin & Motivasi
Aspek terberat dalam menjalankan usaha adalah disiplin pada diri sendiri atau motivasi untuk bekerja secara teratur.Untuk mengatasinya,buatlah daftar apa saja yang harus dikerjakan hari ini & esok,tentukan target yang harus dicapai dalam minggu ini.& seterusnya.


  • Selalu Waspada & Siap
Selalu melakukan evaluasi terhadap pasar,produk,& sistem pemasaran.kalau perlu,ubah cara kerja kita agar lebih efisien.perbaiki cara pemasaran atau kualitas produk.


  • Mencintai Pekerjaan (Passion)
Kita akan sukses jika kita mempunyai "sense of belonging" pada pekerjaan.Cintai pekerjaan & produk sendiri,maka uang akan mengukuti anda dengan sendirinya.


  • Jangan Mudah Menyerah
Setiap pengusaha sukses pasti pernah mengalami yang namanya kegagalan.jika ingin cepat berhasil,belajarlah dari setiap kegagalan.karena kegagalan adalah proses pembelajaran menuju kesuksesan.slalu optimis & terus mencoba apa yang kita yakini


  • Mempunyai Mentor (Pembimbing)
Untuk ide,saran & kritik terhadap usaha yang ditawarkan.Carilah Mentor yang ahli dibidangnya.Hal ini penting untuk mengontrol perkembangan usaha kita secara obyektif.Mereka tidak harus para pakar,bisa teman atau keluarga.


  • Menjaga Antar Keharmonisan Keluarga & pekerjaan
Tak perlu memaksa diri untuk sesuatu yang dikerjakan dengan terlalu memaksa diri yang hasilnya belum maximal,lagi pula,badan & otak harus istirahat.keluarga pun harus menjadi perhatian utama.

Teknik dalam mengaplikasikan kehidupan untuk mencapai tujuan atau gol

Banyak diantara kita yang sudah mempunyai tujuan,tapi tidak mempunyai motivasi dalam menjalani prosesnya.Yang sering ditekankan adalah TEORI = 0,tanpa melakukan PRAKTEK.Dengan melakukan praktek teori anda akan membuahkan hasil



Berikut ini saya akan men-sharing-kan tentang jurus dhasyat dari yang saya dapat dari  artikel Tung Desem Waringin,yaitu RPMPP (Result,Purpose,Massive action,Pain,& Pleasure) :

1.Result

Tuliskan hal hal apa saja yang bisa membuat anda maju dan apa hasilnya?
Kalau belum ada hasilnya apa yang akan anda lakukan?Monitoring diri anda dengan pertanyaan Why & How.Mengapa anda belum bisa mencapainya & bagaimana supaya anda bisa mencapai tujuan atau gol anda.

2.Purpose

Rata rata kita ingin melakukan apa,tetapi tujuannya sendiri kita tidak tahu.Dan jika sudah mempunyai tujuan dan Why-nya.Tapi anda harus mempunyai tujuan jangkan panjang.karena orang sukses,memikirkan yang namanya jangka panjang dibandingkan jangka pendek.

3.Massive Action

Lankah pertama apa yang akan anda ambil dalam mencapai tujuan untuk sukses.karena tidak akan ada langkah kedua ataupun langkah ketiga sebelum memulai dilangkah pertama.

4.Pain

Hukuman yang bisa menjadi pemicuh semangat anda,karena otak manusia hanya mencari nikmat dan mennghindari sengsara.Tapi ingat hukaman harus yang masuk akal.

5.Pleasure

Jika pain hukuman dirasa tidak adil karena hanya diberikan hukuman terus.tapi berikanlah Pleasure(hadiah) atau reward .Berikanlah diri anda hadiah jikalau sudah mencapai target.Tapi ingat berikanlah reward yang masuk akal juga.

Ketika banyak orang diluar sana yang hanya kepingin sukses tapi mereka tidak bisa memotivasi diri mereka sendiri.jadi,untuk anda terutama juga untuk mengingatkan saya juga jangan lupa untuk diperaktekkan.

Semoga bermanfaat untuk kita semua.


Merencanakan Keuangan Usaha Pemula

Merencanakan Keuangan Usaha Pemula

Banyak orang saat ini merencanakan memiliki usaha sebagai salah satu kendaraan untuk menuju kebebasan finansial. Sah-sah saja, tetapi kadang sebagian orang hanya berpikir action saja tanpa ada perencanaan yang matang, sehingga banyak usahanya yang bertumbangan di jalan. Parahnya lagi, banyak di antara mereka yang sudah terlanjur keluar dari tempat kerjanya tanpa persiapan yang cukup. Lantaran berniat fokus dan “membakar kapal”. Akhirnya, tidak sedikit yang memutuskan untuk bekerja lagi, karena usahanya gagal di tengah jalan.

Bagi saya selaku konsultan perencana keuangan,  merencanakan keuangan dalam memulai usaha sangat perlu, baik dari segi keuangan bisnis maupun keuangan pribadi tetap direncanakan dengan matang. Hal ini agar segala sesuatu bisa diantisipasi dengan baik. Nah, apa saja yang harus disiapkan bila kita ingin merencanakan usaha seperti Rahmat?

1. Persiapan Dana Darurat atau Cadangan
Dana darurat atau cadangan ini penting bagi seseorang yang akan memasuki dunia usaha. Paling tidak ini mengantisipasi bila Anda mengalami kegagalan. Atau sebagai bemper bila penghasilan usaha Anda belum bisa diharapkan untuk memenuhi kebutuhan hidup. Dana cadangan untuk pengusaha paling tidak minimal 12 bulan pengeluaran keluarga. Kenapa? Biasanya 12 bulan pertama kegiatan usaha masih mengejar target balik modal dan uang usaha masih berputar untuk pengembangan omset. Jadi, keuntungan belum bisa digunakan untuk keperluan pribadi.  Kalau Anda cukup optimis dengan target bisnis Anda, maka bisa saja dana cadangan lebih kecil sebesar 6 bulan pengeluaran. Dana cadangan sebaiknya disimpan pada produk yang mudah dicairkan, seperti tabungan biasa, deposito, atau beli emas batangan.

2. Persiapan Modal
Untuk membuka bisnis garment seperti Rahmat, harus menentukan beberapa macam modal, yaitu biaya investasi peralatan, seperti mesin jahit, obras, dll. Atau bila Anda hanya sebagai distributor yang membuka toko garment Anda perlu perlengkapan untuk keperluan display produk dan peralatan toko seperti rak-rak, etalase, manequin, cash register, dll.

Anda juga memerlukan modal kerja untuk pembelian bahan baku, seperti kain, benang bila Anda memproduksi. Atau biaya pembelian pakaian jadi bila Anda hanya menjadi reseller. Sebaiknya, modal ini dicadangkan untuk 3 bulan ke depan yang bisa dikeluarkan tiap bulan atau ketika ada order. Modal ini juga bisa ditekan bila Anda menerapkan sistem konsinyasi atau titip jual dari supplier bila Anda sebagai reseller. Untuk menjadi reseller sebenarnya Anda bisa juga menjual secara online di webstore atau blog. Di mana Anda hanya menampilkan gambar sampel produk pakaian jadi tersebut. Bila ada pembeli yang memesan, baru Anda mengirim produknya.
Biaya yang perlu disiapkan lagi adalah biaya operasional untuk menjalankan usaha, seperti sewa tempat, gaji karyawan, listrik, kas kecil, dll.  Biaya operasional sebaiknya juga dicadangkan 3 bulan untuk berjaga-jaga selama usaha Anda belum menguntungkan.

3. Pengaturan Cashflow Keuangan
Untuk menjaga agar keuangan usaha atau bisnis terkelola dengan rapi, tertiblah melakukan pencatatan uang masuk dan keluar. Lakukan pembukuan dengan teratur, dan pisahkan keuangan usaha dengan keuangan pribadi. Jangan mudah mengambil uang usaha untuk keperluan pribadi, kalaupun terpaksa lakukan pencatatan dan segera kembalikan ke kas usaha.

Dengan melakukan pencatatan keuangan akan mudah dilakukan evaluasi terhadap keuangan usaha Anda dan diketahui seberapa besar profit dan pertumbuhannya. Kita boleh saja mengambil uang usaha untuk keperluan pribadi, bila memang setelah dihitung ada keuntungan. Pengusaha bisa saja mengambil prosentase dari laba bersih usahanya bila usaha masih mengalami fluktuatif. Atau diperhitungkan sebagai gaji tetap bulanan, bila pemasukan usaha Anda terlihat stabil. Jangan lupa sisihkan keuntungan usaha untuk membayar zakat, membayar hutang (jika ada), dan untuk ekspansi usaha atau pengembangan. Dibuku saya yang berjudul “Cerdas dan Cerdik Mengelola Uang” ada formula alokasi pembagian keuntungan yang bisa diterapkan dalam usaha Anda.

Bila Anda masih bekerja dan sambil berbisnis pada saat awal membuka usaha mungkin keuntungan  usaha Anda masih jauh lebih kecil dibanding gaji dari pekerjaan. Tetapi, makin tumbuhnya usaha dan bila didukung promosi yang kuat, maka usaha Anda makin maju dan bukan tidak mungkin keuntungan usaha sudah jauh melebihi gaji Anda. Tinggal Anda memutuskan, apakah tetap akan berbisnis sambil bekerja ataukah  meninggalkan pekerjaan dan terjun total dalam usahanya.

Menjadi pengusaha adalah menggaji dirinya sendiri. Oleh karena itu, Anda sendirilah yang menentukan target penghasilan Anda. Bila merasa tidak cukup dengan keuntungan usaha yang kecil, maka kejar terus target omset bisnis Anda, sehingga keuntungan juga meningkat dan penghasilan juga akan naik.

Selamat merencanakan usaha Anda dan semoga Allah memberikan kemudahan bagi kita sekalian. Amin.
*)  Penulis adalah Managing Director Kurnia Consulting, Biro Perencanaan Keuangan Keluarga dan UKM, penulis buku Cerdas dan Cerdik Mengelola Uang. Bisa dihubungi di No. HP (021) 92519848, atau email:kurnia_09@yahoo.com. Web: www.perencanaankeuangansyariah.com

Sumber: Majalah Pengusaha Muslim, Edisi Mei 2010

Artikel wwww.PengusahaMuslim.com

Strategi Bisnis Lewat Blog

Di zaman sekarang ini banyak anak muda yang mulai menuangkan ide kreatifnya melalui blog,tak hanya itu para pebisnis online pun yang ingin menjaring konsumen sebanyak banyaknya juga berlomba menampilkan artikel mereka kedalam media blog.Blog bisa digunakan untuk usaha usaha rintisan untuk tujuan membangun bisnis jangka panjang.sayangnya para pelaku bisnis banyak yang belum memahami arti penting blog dalam membantu menjaring konsumen kedalam bisnis mereka.Banyak juga dari mereka yang belum menemukan gaya penulisan yang tepat dalam blog mereka,topik apa yang harus digunakan agar blog mereka ramai dikunjungi.Berikut ini merupakan sedikit ulasan kenapa sebuah usaha rintisan sebaiknya menggunakan blog untuk bisnis mereka.

1.       Sebagai manfaat

Didalam dunia maya banyak orang yang berlomba untuk mencari informasi khususnya melalui blog,tidak sedikit pula bahwa informasi yang mereka buat memiliki nilai bagi para pembaca.

2.       Membangun jaringan

Dengan menulis blog akan terbangun sebuah komunikasi 2 arah.semua pembaca blog bisa berkomentar tentang isi materi blog yang kita buat seperti halnya di jejaring sosial seperti Facebook atau Twitter.jika anda adalah seorang penggusaha andapun bisa mempromosikan usaha anda melalui blog.ini merupakan salah satu  trik untuk membangun jaringan didunia maya.

3.       Membentuk audiens

Dengan memiliki blog ,usaha anda akan memiliki audiens tersendiri.jika anda bisa menghasilkan ide yang orisinil & benar benar memecahkan masalah yang mereka hadapi,audiens ini akan menganggap anda sebagai authority,sebagai praktisi atau ahli yang berpengalaman.maka audiens yang setia pada akhirnya bisa berubah menjadi pelanggan anda.

4.       Mempengaruhi industri

Bidang industri di mana usaha rintisan Anda bergerak bisa terpengaruh oleh pendapat-pendapat yang disampaikan dalam blog. Tentu pendapat tersebut bukan sembarang pendapat  tetapi memiliki dasar-dasar yang jelas dan masuk akal berdasarkan pengalaman, pengamatan langsung dan sebagainya. Dan sebagaimana yang dikatakan sebelumnya, sebuah pengaruh yang signifikan dalam bidang usaha  bisa dibangun salah satunya dari blog yang berisi pemikiran dan gagasan yang tiada duanya.

5.       Jual Produk & Layanan

Blog bisa difungsikan sebagai alat pemasaran yang efektif.Namun,tidak banyak orang yang bisa menjual lebih banyak dalam blog mereka.diperlukan kehati hatian karena kebanyakan orang terjebak dalam promosi yang berlebihan. saat menulis blog untuk usaha rintisan adalah temukan segmen yang bisa Anda jadikan target. Pilih dengan seksama kira-kira siapa saja yang paling berpeluang membeli produk atau jasa Anda. Lalu buat blog dengan konten yang bermanfaat bagi mereka dengan gaya yang mereka sukai.

Kiat Memilih Bisnis MLM

Multi Level Marketing atau MLM belakangan ini memang banyak dijadikan sebagai salah satu alternatif dalam mencari penghasilan tambahan. Apakah anda salah satunya? Intip kiat ini untuk panduan Anda berbisnis!




Banyak ibu rumah tangga yang memanfaatkan waktu luangnya di rumah untuk berbisnis MLM. Bahkan ada lho, yang menjadikan bisnis MLM sebagai penghasilan utamanya. Namun, semua itu bisa terjadi jika sudah sukses pada level tertentu dari jaringan MLM yang diikuti.


Sebenarnya MLM itu apa sih? MLM adalah sebuah bisnis pemasaran atas suatu produk yang dilakukan melalui banyak tingkatan atau level, yang sering disebut dengan up-line (tingkat atas) dan down-line (tingkat bawah). Gampangnya sih, sistem pemasaran dan penjualan atas suatu produk dengan menggunakan sistem jaringan atau networking. Up-line diharuskan untuk mencari down-line sebanyak-banyaknya agar mendapatkan bonus yang berlipat.


Di Indonesia, bisnis MLM makin berkembang dengan pesat dari tahun ke tahun yang menunjukkan bisnis ini mempunyai prospek yang cukup cerah di Indonesia. Alasannya, makin berkembangnya naluri wirausaha saat ini membuat orang berlomba-lomba bekerja keras untuk masa depan yang lebih baik. Kemudian budaya persahabatan dan networking di Indonesia memungkinkan bisnis MLM yang tumbuh dari jaringan dapat berkembang pesat. Faktor pendukung lain di tengah jumlah pengangguran di Indonesia yang semakin membengkak, bisnis MLM ini bisa menjadi solusi karena mampu menciptakan kesempatan kerja yang luas.



 


Uniknya, bisnis MLM tidak seperti bisnis lainnya yang membutuhkan modal yang besar dan kemampuan yang tinggi. Setiap orang dari latar belakang apa pun dapat menjalankan bisnis ini. Karena suatu manajemen yang mengelola MLM biasanya akan memberikan tambahan pengetahuan bagi anggotanya, baik itu berupa seminar, maupun pelatihan langsung mengenai teknik-teknik pemasaran untuk menjalankan bisnis tersebut.



Lalu perusahaan MLM yang manakah yang sebaiknya kita pilih? Berikut tips khusus untuk Anda :



1. Perusahaan MLM yang dipilih sebaiknya yang tergabung dalam APLI (Asosiasi Penjual Langsung Indonesia). APLI adalah sebuah asosiasi yang mewadahi berbagai perusahaan MLM. Belum bakunya aturan hukum di Indonesia dalam mengatur penjualan langsung juga mendorong kebutuhan di antara perusahaan MLM menciptakan bersama aturan dan kode etik yang disepakati bersama. Perusahaan yang ingin bergabung dengan APLI harus memenuhi sejumlah persyaratan dan mendapat sertifikasi.


Mereka yang yang menjadi anggota APLI hanyalah perusahaan yang dianggap betul-betul memenuhi syarat sebagai perusahaan penjual langsung. Karena itulah, lewat APLI, kita juga bisa mengenali mana perusahaan yang MLM dan yang bukan. Maklum, saat ini juga ada banyak perusahaan yang bukan MLM, tetapi ikut mengaku-aku sebagai MLM untuk menarik dana dari masyarakat. Hati-hati lho akan hal ini.



2. Bila Anda ingin memiliki pelanggan tetap, maka pilihlah perusahaan yang tidak hanya menawarkan barang dan jasa yang seragam, tetapi pilihlah yang memiliki aneka ragam barang dan jasa untuk ditawarkan; dan yang terpenting, memiliki jaminan atas kualitas barang dan jasa yang dijualnya agar bisa ditukar apabila tidak sesuai dengan kualitas yang sebenarnya.



3. Pilihlah perusahaan yang para distributornya memiliki sistem keberhasilan untuk bisa sukses, di mana sistem tersebut sebaiknya harus sudah teruji dan terbukti mampu mencetak banyak orang menjadi berhasil. Idealnya, sistem tersebut hendaknya bisa dijalankan oleh orang dari berbagai macam latar belakang usia, pekerjaan, pendidikan, jenis kelamin, bahkan oleh mereka yang tidak pernah berbisnis sama sekali. Sistem yang baik biasanya juga menyediakan alat-alat bantu usaha, seperti buku-buku kepribadian, kaset-kaset yang memberikan motivasi dan teknik, serta pertemuan-pertemuan yang bisa dihadiri. Jika ada perusahaan MLM yang menawarkan janji manis hasil besar tanpa harus kerja keras, sebaiknya Anda tinggalkan saja.



4. Nah yang terakhir, untuk menunjukkan suatu perusahaan MLM bonafide atau tidak adalah minimal dengan melihat apakah perusahaan tersebut diterima secara nasional sistem bisnisnya. Biasanya, mereka juga akan mengutarakan visi-misinya bagi kesejahteraan perusahaan dan jaringan distributornya.


Dengan demikan, harapan saya, penjelasan di atas dapat dijadikan acuan bagi Anda yang berminat untuk menjadikan bisnis MLM sebagai sarana untuk mencari penghasilan tambahan. Sebagai tambahan, kunci kesuksesan bisnis MLM adalah konsisten karena bisnis MLM dibangun dengan jaringan, dan jaringan itu hanya akan terbangun jika terus-menerus dibentuk. Jika Anda tinggalkan di tengah jalan, mungkin Anda harus mulai dari awal lagi untuk membangunnya kembali.




Sumber : Kompas & Nova


Notebook / Laptop Consumer Intel Core i7

"KENYATAAN YANG ADA DIDUNIA INI, TIDAKLAH SEINDAH YANG KITA BAYANGKAN!"

Hasil survei yang dilakukan oleh Hartford Insurance Group, yang kami kutip dari buku "Rich Dad Poor Dad" (Robert T. Kiyosaki), menyadarkan kami akan kenyataan hidup yang kurang menyenangkan;

Pada usia 65 tahun, dari 100 orang:
36% - Meninggal Dunia
54% - Bangkrut
5% - Tetap Harus Bekerja
4% - Berkecukupan
1% - Makmur Sejahtera



Lihat disekeliling Anda. Apakah data statistik tersebut sesuai dengan kenyataan yang ada?
Ya, demikianlah kenyataannya. Tak jarang kita jumpai, seseorang yang pada masa produktif demikian hebatnya, baik secara finansial dan mental, mengalami depresi dan masalah finansial pada saat pensiun. Istilah "post power syndrome" seolah sudah menjadi hal yang lumrah, dan menimpa hampir semua orang dimasa pensiunnya.

Jadi, problemnya tidak hanya secara finansial, tapi juga mental. Apapun jabatan dan pekerjaan Anda saat ini, akan tiba saatnya bagi Anda untuk pensiun. Sesuatu yang tidak dapat kita hindari. Yang harus menjadi perhatian Anda adalah, kehidupan seperti apa yang Anda inginkan pada masa pensiun Anda?

Data statistik tersebut juga mengungkapkan kenyataan bahwa hanya 1% orang pada usia 65 tahun yang hidup makmur dan sejahtera, dan hanya 4% yang hidup berkecukupan. Jadi, dapat disimpulkan bahwa hanya 5% orang yang hidup dalam kondisi yang menyenangkan di masa pensiunnya.

Terus, apa yang terjadi dengan 95% orang lainnya???
Mereka menderita!
Struggling! Mentally and Financially! And then, died..!
Kemudian, ada data statistik lain, yang juga seiring sejalan dengan data statistik diatas;
"Bahwa 95% orang didunia ini, hanya
memiliki 5% dari potensi kekayaan dunia.
Dan, hanya 5% orang didunia ini yang
memiliki 95% dari potensi kekayaan dunia!"



Jadi, dari kedua data statistik diatas, dapat disimpulkan bahwa ada 2 kelompok manusia didunia ini;
"Kelompok 95% Dan Kelompok 5%"


KELOMPOK 95%

Dari angka-nya saja, dapat disimpulkan bahwa kelompok ini me-representasikan mayoritas orang didunia. 95% orang yang Anda temui sehari-hari adalah orang dari kelompok ini. Mereka adalah karyawan, buruh, pengacara, dokter, praktisi, tukang ledeng, tukang kayu, olahragawan, seniman, pemilik bisnis kecil, dlsbnya.

Ciri-ciri yang nyata dari kelompok ini adalah mereka bekerja untuk uang! Mereka menukarkan waktu-tenaga-pikiran untuk uang. Dan menghasilkan pendapatan yang terbatas. Anda tahu kenapa? Jawabannya sederhana dan logis; karena semua orang didunia ini hanya memiliki 24 jam dalam satu hari.


KELOMPOK 5%

Ya, hanya 5% orang didunia yang masuk dalam kelompok elite ini! Siapa mereka? Mereka adalah para pemilik bisnis besar dan investor. Apa yang membedakan mereka dengan kita?
Maaf kalau jawabannya agak mengganggu Anda, tapi ini adalah bagian dan kenyataan penting yang harus Anda ketahui;

"mereka menggunakan waktu-tenaga-pikiran-uang
orang-orang di Kelompok 95%, untuk menghasilkan uang bagi mereka! mereka menggunakan uang untuk menghasilkan uang bagi mereka" 
Think about that! Bagaimana mungkin mereka bisa memiliki 95% kekayaan dunia dengan hanya memiliki waktu yang sama dengan kita (24 jam dalam 1 hari!)?
"Mereka Melakukan Sesuatu Yang Dikenal
Dengan Istilah 'Leverage'; Yaitu Memanfaatkan Waktu-Tenaga-pikiran -Bahkan Uang-
Orang Lain Untuk Menghasilkan Uang!"
"Atau Dengan Definisi Lain, Leverage Diartikan
Sebagai Sebuah Kemampuan Untuk Menghasilkan Sebanyak-banyaknya, Dengan Usaha Yang Sekecil-kecilnya"

Jadi jelas, mereka memiliki dan melakukan "Leverage", sementara Kelompok 95% tidak. Mereka bekerja secara cerdas dan efisien (Work Smart) sementara kebanyakan orang bekerja keras (Work Hard). Dan jelas pula kenapa lebih banyak orang yang sedang-sedang saja atau miskin, sementara hanya sedikit saja orang kaya di dunia ini.

Lantas, bagaimana caranya untuk bekerja secara cerdas dan cermat? Bagaimana caranya untuk pindah ke kelompok elite 5%? Apakah pekerjaan yang Anda miliki sekarang sudah Anda lakukan secara cerdas dan cermat? Apakah ada prinsip leverage-nya? Apakah leverage-nya sempurna?

Mudah-mudahan tulisan ini ada manfaatnya untuk Anda, dan dapat membuka pikiran/wawasan Anda bahwa kenyataan yang ada di-dunia ini tidaklah seindah yang kita bayangkan. Namun, selalu ada cara untuk pindah kelompok, dari 95% ke 5%.
Sebagai penutup edisi kali ini, izinkanlah kami berbagi sebuah kata bijak;

"Siapa Anda Hari Ini, Adalah Murni Hasil
Dari Apa Yang Anda Putuskan/Lakukan
3 - 5 Tahun Yang Lalu. Siapa Anda 3 - 5 Tahun Kedepan;
Adalah Apa Yang Anda Putuskan/Lakukan Saat Ini!"

http://www.keindahanhidup.com