Showing posts with label pengelolaan keuangan. Show all posts

Agar Gaji Bulanan tidak Jebol




Perlu cara yang bijak untuk mengelola finansial agar gaji yang Anda peroleh tiap bulan tidak jebol alias habis sebelum waktunya.

Prita Hapsari Ghozie, MCom, CFP, Chief Financial Planner dari ZAP Finance, mengungkapkan beberapa hal yang perlu diketahui untuk mengelola keuangan:

1. Dibagi per pos

Nah, selama ini, bagaimana Anda mengatur alokasi pos pengeluaran? Tugas pertama Anda adalah mencatat paling tidak tiga bulan ke belakang untuk apa saja penghasilan yang diperoleh setiap bulan itu terpakai. Gunanya, agar Anda bisa mengetahui kemampuan, dan juga mengetahui pos-pos mana yang bocor.
Secara umum, pengeluaran rumah tangga dapat dikategorikan menjadi pos pengeluaran hidup rutin, pos pengeluaran tabungan dan investasi, pos cicilan utang, dan pos pengeluaran gaya hidup. Karyawan baru pada umumnya banyak punya kemauan tetapi sadar kemampuan finansial ada batasnya, maka jalan satu-satunya adalah membuat anggaran atau rencana pengeluaran.
“Jadi, harus ditentukan, berapa uang yang dikeluarkan untuk masing-masing pos,” ucap Prita.

2. Jangan dilanggar

Bagaimana jika pos sehari-hari selalu besar pasak daripada tiang?
Tentu tidak boleh mengambil dari pos lain, tabungan misalnya. Tujuan membuat anggaran itu adalah supaya pengeluaran terarah dan sesuai dengan rencana finansial kita. Kunci anggaran yang sukses adalah realistis dan disiplin. Salah satu caranya adalah membuat rekening-rekening terpisah untuk urusan belanja bulanan, bayar tagihan utilitas, rekening investasi, dan rekening khusus seperti “My shopping account ” atau “Spa for me”.



Smart Phone Android3. Debit otomatis

Karyawan juga harus punya instruksi debit otomatis ke masing-masing rekening. Namun, bisa juga, setiap tanggal gajian langsung sebarkan dananya menurut anggaran ke rekening-rekening tersebut. Jika tidak terbiasa dengan transaksi elektronik, gunakan metode amplop. Isilah amplop sesuai dengan anggaran bulan itu. Kalau sudah mulai tipis, padahal belum akhir bulan, ya terpaksa harus berhemat.
Karyawan baru yang belum punya tanggungan, harusnya juga bisa menyisihkan minimal 20 persen dari gaji bulanan untuk investasi. Investasi yang disarankan tentu saja yang memberikan potensi keuntungan terbesar seperti reksadana saham atau saham, karena tujuannya untuk jangka panjang.

4. Buat prioritas

Bagaimana bila ternyata pemasukan tidak sebesar rencana pengeluaran? Prita manawarkan langkah membuat prioritas dengan menggunakan metode ZAPFIN. Konsep ini merupakan cara yang sangat mudah untuk membuat prioritas dalam anggaran. Setiap pendapatan yang diterima, sebaiknya digunakan dengan pembagian Zakat, Assurance, Present Consumption, Future Spending dan Investment.


Sumber : TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -

Boleh Berhemat Asalkan Jangan Menyiksa Diri Sendiri




Anda punya suatu rencana yang memerlukan dana cukup besar, atau karena ada perubahan dalam kondisi finansial, menuntut Anda jadi perlu lebih banyak berhemat.
Tetapi seringkali Anda begitu ingin berhemat, sehingga begitu tega pada diri sendiri. Anda bisa membelikan hadiah yang mewah untuk orang lain, tapi kurang memedulikan kebutuhan diri sendiri. Padahal, yang paling penting dalam hidup ini sebenarnya adalah kebahagiaan diri Anda sendiri, bukan?
Banyak cara yang bisa Anda lakukan agar bisa menghemat pengeluaran tanpa harus pelit terhadap diri sendiri. Coba terapkan beberapa panduan berikut ini:

1. Berbelanjalah dengan bijak

Anda dapat berbelanja secara grosir untuk beberapa jenis keperluan tertentu. Selain itu, Anda juga perlu memerhatikan pemilihan merek saat membeli produk-produk tertentu. Sebab, sebenarnya ada beberapa jenis produk yang memiliki kualitas serupa dengan harga yang jauh berbeda. Misalnya saja, sikat gigi dan produk kecantikan.
Begitu juga saat berbelanja pakaian. Pilihlah jenis dan warna pakaian yang sekiranya memiliki usia pakai yang panjang. Terkadang, Anda malah lebih baik membeli pakaian dan aksesori yang harganya lebih mahal tetapi lebih berkualitas dan lebih awet, misalnya sepatu. Jadi, pertimbangan Anda sebaiknya tidak hanya seputar harga, melainkan juga kualitasnya.

2. Manjakan diri Anda sedikit

Ketika memangkas anggaran, yang terlebih dulu dipotong adalah hal-hal yang dianggap tidak mendesak dan dilakukan secara rutin. Sementara, bisa jadi hal-hal yang memakan biaya dan rutin dilakukan itu menyangkut sesuatu yang Anda sukai. Misalnya, membeli majalah, camilan favorit, hingga minum kopi di kafe. Sebagian orang mungkin merasa nyaman apabila tidak lagi membeli majalah. Untuk itu, yang perlu dilakukan adalah menguranginya secara kuantitas. Alih-alih ngopi di gerai kopi internasional setiap hari, kurangi menjadi seminggu sekali. Atau, pilihlah lima dari 15 majalah yang paling sering Anda beli dalam sebulan. Dengan begitu, Anda masih bisa memanjakan diri sendiri tanpa harus mengorbankan kesenangan.

3. Berikan "uang saku" untuk diri sendiri

Sering kebobolan anggaran setiap bulan? Mungkin itu karena Anda sering mencampurkan antara kesenangan pribadi dengan kebutuhan utama dan keluarga. Jadi, Anda sering terjebak antara kebutuhan keluarga yang membludak, sehingga tidak punya uang untuk membeli keperluan sendiri, atau mengeluarkan uang secara berlebihan untuk membeli barang bagi diri sendiri, sampai kehabisan dana ketika harus berbelanja kebutuhan pokok.

Nah, solusi untuk masalah seperti ini adalah dengan membuat anggaran khusus. Sisihkan "uang saku" untuk diri sendiri yang tidak dicampuradukkan dengan kebutuhan lainnya. Dengan begitu, pengeluaran akan lebih terkendali, dan Anda bisa memanjakan diri sendiri tanpa ada rasa bersalah yang muncul kemudian.

7 kesalahan Finansial Pasangan Suami Istri



Uang bisa menimbulkan masalah bagi pasangan. Dalam beberapa kasus, masalah keuangan bahkan bisa merenggangkan hubungan.

 “Orang cenderung emosional dan reaktif tentang uang."


Sebagian besar orang tidak akan memperhatikan masalah finansial jika belum menghadapi kesulitan. Dalam sebuah usaha untuk memperbaiki keuangan, kami memaparkan tujuh kesalahan finansial terbesar pasangan suami-istri, dan juga solusi masalah tersebut.




1. Memisahkan keuangan pasangan


Tidak ada lagi “punyamu punyamu” atau “punyaku punyaku” dalam hubungan suami-istri. Membedakan biaya tagihan dengan rekening terpisah membuat kalian lebih mirip teman tidur belaka, bukan pasangan suami-istri.

Pemisahan biaya kebutuhan rumah tangga bisa menimbulkan kebencian dalam sebuah pernikahan ketika seorang pasangan mengeluarkan uang lebih banyak dari yang lainnya. Hal itu juga mendorong orang yang berkontribusi lebih banyak untuk mendominasi masalah keuangan.

Pelajari cara mengatur keuangan sejak awal pernikahan guna menghindari masalah besar di kemudian hari.


2. Tidak peduli masalah utang pasangan  

Menurut survei , utang adalah penyebab utama perdebatan antara suami-istri. Kecuali jika Anda telah melindungi aset-aset Anda dari kreditor pasangan Anda ketika sedang dalam masa perceraian, cara terbaik untuk Anda adalah menemukan cara memecahkan masalah utang bersama-sama.

3. Menyembunyikan rahasia keuangan dari pasangan  

Keintiman fisik dalam sebuah sebuah pernikahan itu bagus, namun di lain sisi, keintiman dalam hal finansial tidak terlalu bagus. Mengeluarkan uang tanpa sepengetahuan pasangan Anda bisa menimbulkan rasa benci dan tidak percaya. 

Money Talk News menganjurkan pembayaran tagihan rumah tangga sebaiknya diambil dari akun bersama yang memperbolehkan setiap pasangan untuk mengetahui keuangan pribadi, dengan demikian, Anda tidak perlu merahasiakan keuangan masing-masing.

4. Tidak mengambil tanggung jawab finansial sendiri

Meskipun dalam sebagian besar hubungan, tanggung jawab keuangan dipegang oleh satu orang, pasangan suami-istri harus berbagi tanggung jawab finansial. Pasangan suami-istri harus sama-sama mengetahui PIN ATM, catatan keuangan, dan informasi keadaan finansial. 

Erin Burt, Kontributor Editor Kiplinger.com, menyarankan agar Anda membicarakan pengeluaran bulanan dengan pasangan Anda sebagai salah satu cara untuk membagi tanggung jawab finansial.


5. Masalah kebiasaan pengeluaran pasangan

Suami bisa berhemat, sementara istri tipe orang yang boros, apa ada harapan untuk pasangan itu? 

“Pasangan yang sukses adalah pasangan yang tidak mencoba mengubah pasangan satu sama lain. Mereka menyesuaikan pengeluaran dari pasangan masing-masing agar dapat berhasil untuk keduanya.”

6. Tidak memiliki anggaran keuangan


Menetapkan sebuah anggaran finansial tidak hanya memungkinkan pasangan untuk membicarakan keadaan keuangan mereka, tapi juga memfasilitasi pembicaraan tentang tujuan finansial masa depan dan rencana bersama yang harus diwujudkan.

7. Tidak membicarakan investasi finansial

Salah satu dari Anda mau mengambil sebuah investasi yang lebih berisiko dari pasangan, lalu kenapa? SmartMoney menyarankan agar pasangan suami-istri memikirkan itu sebelum mengambil keputusan. Komunikasi dan saling mengutarakan tujuan memegang peran penting pada keinginan kedua pasangan untuk berkompromi dan terlibat secara aktif dalam meraih kesuksesan finansial bersama.



4 Kesalahan Pengelolaan Uang

Tak semua orang bisa mengelola dengan baik.Mungkin diantara kita,yang tidak memiliki dana tabungan,dana darurat,serta memiliki setumpuk utang.Mungkin slalu bertanya kenapa kita tidak bisa menyisihkan sebagian rezeki kita untuk tabungan,atau malah kita malah lebih terjerumus dengan yang namanya "KEINGINAN", keinginan memiliki sesuatu yang sebenarnya tidak kita butuhkan. Apa sebenarnya kesalahan utama kita,apa yang harus kita lakukan untuk memperbaikinya?


  • Kesalahan Memprioritaskan Pengeluaran Daripada Simpanan
Setiap mendapat gaji,biasanya langsung membelanjakan terlebih dahulu,& kalau ada sisanya baru ditabung.& biasanya akan habis di pertengahan bulan.Solusinya adalah Balik prosesnya.Pisahkan gaji diawal bulan untuk menabung,min 10% atau max 30% dari gaji kita.Kemudian habiskan sisanya


  • Kesalahan Berinvestasi Sebelum Membuat Dana Darurat
Kesalahan yang sering dilakukan orang ketika mendapat uang ekstra adalah berinvestasi sebelum menyisihkan sebagian untuk dana darurat.Dana darurat adalah fondasi dasar dari portofolio setiap orang,yang jumlahnya senilai 6 kali biaya pengeluaran bulanan rumah tangga,& disimpan untuk kebutuhan darurat.Sebelum menginvestasikan uang sebaiknya memprioritaskan untuk biaya rumah sakit,biaya perbaikan rumah,kendaraan,kebutuhan keluarga yg ekstra,dll.


  • Menghindari Bursa Saham
Bursa saham banyak di salah artikan oleh sebagian orang.Ketika berbicara tentang bursa saham, kita pasti berfikir tentang perdagangan saham,& pada akhirnya kita menjadi takut,karena berfikir itu seperti Judi.Selalu diingat,Perdagangan saham merupakan sebagian kecil dari bursa saham.disana juga terdapat investasi bursa saham,yang berupa jangka panjang.Jika kita mengetahui tentang investasi,kita akan melihat & banyak membandingkannya daripada dengan hanya menaruh uang di deposito berjangka


  • Mendapatkan Saran Finansial Dari Orang Yang Salah
Biasanya kita bertanya kepada orang yang belum mengerti tentang hal  finansial.Seperti,jika kita jadi pengusaha baru bertanya kepada teman untuk nasihat gratis & akhirnya kita salah langkah.karena mereka tidak melihatnya dari sisi bisnis.Hal itu bukanlah nasihat yang baik untuk didapatkan.sebaiknya kita bertanya kepada seseorang yang sudah ahli dibidang finansial.

Merencanakan Keuangan Usaha Pemula

Merencanakan Keuangan Usaha Pemula

Banyak orang saat ini merencanakan memiliki usaha sebagai salah satu kendaraan untuk menuju kebebasan finansial. Sah-sah saja, tetapi kadang sebagian orang hanya berpikir action saja tanpa ada perencanaan yang matang, sehingga banyak usahanya yang bertumbangan di jalan. Parahnya lagi, banyak di antara mereka yang sudah terlanjur keluar dari tempat kerjanya tanpa persiapan yang cukup. Lantaran berniat fokus dan “membakar kapal”. Akhirnya, tidak sedikit yang memutuskan untuk bekerja lagi, karena usahanya gagal di tengah jalan.

Bagi saya selaku konsultan perencana keuangan,  merencanakan keuangan dalam memulai usaha sangat perlu, baik dari segi keuangan bisnis maupun keuangan pribadi tetap direncanakan dengan matang. Hal ini agar segala sesuatu bisa diantisipasi dengan baik. Nah, apa saja yang harus disiapkan bila kita ingin merencanakan usaha seperti Rahmat?

1. Persiapan Dana Darurat atau Cadangan
Dana darurat atau cadangan ini penting bagi seseorang yang akan memasuki dunia usaha. Paling tidak ini mengantisipasi bila Anda mengalami kegagalan. Atau sebagai bemper bila penghasilan usaha Anda belum bisa diharapkan untuk memenuhi kebutuhan hidup. Dana cadangan untuk pengusaha paling tidak minimal 12 bulan pengeluaran keluarga. Kenapa? Biasanya 12 bulan pertama kegiatan usaha masih mengejar target balik modal dan uang usaha masih berputar untuk pengembangan omset. Jadi, keuntungan belum bisa digunakan untuk keperluan pribadi.  Kalau Anda cukup optimis dengan target bisnis Anda, maka bisa saja dana cadangan lebih kecil sebesar 6 bulan pengeluaran. Dana cadangan sebaiknya disimpan pada produk yang mudah dicairkan, seperti tabungan biasa, deposito, atau beli emas batangan.

2. Persiapan Modal
Untuk membuka bisnis garment seperti Rahmat, harus menentukan beberapa macam modal, yaitu biaya investasi peralatan, seperti mesin jahit, obras, dll. Atau bila Anda hanya sebagai distributor yang membuka toko garment Anda perlu perlengkapan untuk keperluan display produk dan peralatan toko seperti rak-rak, etalase, manequin, cash register, dll.

Anda juga memerlukan modal kerja untuk pembelian bahan baku, seperti kain, benang bila Anda memproduksi. Atau biaya pembelian pakaian jadi bila Anda hanya menjadi reseller. Sebaiknya, modal ini dicadangkan untuk 3 bulan ke depan yang bisa dikeluarkan tiap bulan atau ketika ada order. Modal ini juga bisa ditekan bila Anda menerapkan sistem konsinyasi atau titip jual dari supplier bila Anda sebagai reseller. Untuk menjadi reseller sebenarnya Anda bisa juga menjual secara online di webstore atau blog. Di mana Anda hanya menampilkan gambar sampel produk pakaian jadi tersebut. Bila ada pembeli yang memesan, baru Anda mengirim produknya.
Biaya yang perlu disiapkan lagi adalah biaya operasional untuk menjalankan usaha, seperti sewa tempat, gaji karyawan, listrik, kas kecil, dll.  Biaya operasional sebaiknya juga dicadangkan 3 bulan untuk berjaga-jaga selama usaha Anda belum menguntungkan.

3. Pengaturan Cashflow Keuangan
Untuk menjaga agar keuangan usaha atau bisnis terkelola dengan rapi, tertiblah melakukan pencatatan uang masuk dan keluar. Lakukan pembukuan dengan teratur, dan pisahkan keuangan usaha dengan keuangan pribadi. Jangan mudah mengambil uang usaha untuk keperluan pribadi, kalaupun terpaksa lakukan pencatatan dan segera kembalikan ke kas usaha.

Dengan melakukan pencatatan keuangan akan mudah dilakukan evaluasi terhadap keuangan usaha Anda dan diketahui seberapa besar profit dan pertumbuhannya. Kita boleh saja mengambil uang usaha untuk keperluan pribadi, bila memang setelah dihitung ada keuntungan. Pengusaha bisa saja mengambil prosentase dari laba bersih usahanya bila usaha masih mengalami fluktuatif. Atau diperhitungkan sebagai gaji tetap bulanan, bila pemasukan usaha Anda terlihat stabil. Jangan lupa sisihkan keuntungan usaha untuk membayar zakat, membayar hutang (jika ada), dan untuk ekspansi usaha atau pengembangan. Dibuku saya yang berjudul “Cerdas dan Cerdik Mengelola Uang” ada formula alokasi pembagian keuntungan yang bisa diterapkan dalam usaha Anda.

Bila Anda masih bekerja dan sambil berbisnis pada saat awal membuka usaha mungkin keuntungan  usaha Anda masih jauh lebih kecil dibanding gaji dari pekerjaan. Tetapi, makin tumbuhnya usaha dan bila didukung promosi yang kuat, maka usaha Anda makin maju dan bukan tidak mungkin keuntungan usaha sudah jauh melebihi gaji Anda. Tinggal Anda memutuskan, apakah tetap akan berbisnis sambil bekerja ataukah  meninggalkan pekerjaan dan terjun total dalam usahanya.

Menjadi pengusaha adalah menggaji dirinya sendiri. Oleh karena itu, Anda sendirilah yang menentukan target penghasilan Anda. Bila merasa tidak cukup dengan keuntungan usaha yang kecil, maka kejar terus target omset bisnis Anda, sehingga keuntungan juga meningkat dan penghasilan juga akan naik.

Selamat merencanakan usaha Anda dan semoga Allah memberikan kemudahan bagi kita sekalian. Amin.
*)  Penulis adalah Managing Director Kurnia Consulting, Biro Perencanaan Keuangan Keluarga dan UKM, penulis buku Cerdas dan Cerdik Mengelola Uang. Bisa dihubungi di No. HP (021) 92519848, atau email:kurnia_09@yahoo.com. Web: www.perencanaankeuangansyariah.com

Sumber: Majalah Pengusaha Muslim, Edisi Mei 2010

Artikel wwww.PengusahaMuslim.com

Kenapa Jasa Perencana Keuangan Dibutuhkan

Profesi perencana keuangan sebenarnya udah dari tahun 2002 ada di Indonesia, tetapi masih banyak orang yang belum paham.Apalagi bank dan asuransi pun kini menawarkan jasa yang hampir mirip dengan perencana keuangan, sehingga menambah kebingungan orang. 


Yang jelas mengatur keuangan pribadi pun tidak mudah. Bahkan ada yang berpendapat bahwa mencari uang jauh lebih mudah daripada mengelolanya. Apalagi bekal untuk mencari uang bisa didapatkan dari sekolah formal dengan simbol gelar dan profesi tetapi ingat, sekolah formal tidak pernah mengajarkan cara mengelola uang pribadi. Maka..mengelola uang pribadi sama pentingnya dengan mencari uang. Robert Kiyosaki juga bilang begitu.

Perencana keuangan independen adalah mencari jalan keluar atas problem pengelolaan keuangan klien, beda dengan yang bernaung di bawah bendera bank atau asuransi seperti wealth management dan sejenisnya. Umumnya berfungsi sebagai konsultan produk masing-masing.



Perencana keuangan pada dasarnya bisa dilakukan oleh setiap orang. Cuma agar bisa mengatur kekayaan sendiri dengan mempertimbangkan semua peluang dan resiko tidak mudah. Disamping itu terdapat beberapa alasan lain mengapa jasa perencana keuangan dibutuhkan :

1. Masalah keterbatasan waktu. Kadang2 profesi karyawan dan pebisnis sibuk sehingga tidak punya waktu untuk menganalisis produk keuangan di pasaran dan mengoptimalkan sumber daya keuangan untuk mencapai tujuan, sehingga butuh perencana keuangan.


2. Tiap orang punya punya penghasilan terbatas tetapi keinginan tidak terbatas sehingga butuh perencanaan yang baik, tetapi tidak tahu memulainya dari mana.


3. Produk keuangan semakin banyak, dibutuhkan perencana keuangan untuk memilih produk yang sesuai dengan kebutuhan klien, bukan dari agen penjual.


4. Keinginan mendapatkan masa depan keluarga yang terjamin. Anda perlu sparing partner untuk mendampingi perjalanan Anda mencapai tujuan.


Prencanaan keuangan

Siapa sih yang tidak mau hidup sejahtera, terbebas dari masalah keuangan? Hal ini dapat Anda capai melalui perencanaan keuangan.

Bagaimana caranya? Ada 5 tahap penting yang perlu Anda lakukan dalam perencanaan keuangan, yaitu:

1. Menentukan Tujuan Keuangan.
2. Menganalisa Kondisi Keuangan Sekarang.
3. Membuat Rencana Keuangan.
4. Melakukan Implementasi Dari Rencana Keuangan.
5. Monitor dan Evaluasi Berkala.

Apabila sejak awal kita sudah menentukan apa saja sih tujuan yang ingin kita capai dengan uang yang kita miliki, kita dapat membuat rencana keuangan yang sesuai, mengimplementasikannya sehingga akhirnya tujuan kita bisa tercapai dalam waktu yang lebih cepat.

Apa saja sih tujuan keuangan? Berikut adalah tujuan-tujuan keuangan jangka panjang:

1. Dana untuk membiayai pensiun dengan gaya hidup yang diinginkan.
2. Dana untuk membiayai pendidikan anak.
3. Perlindungan keluarga dari resiko finansial.
4. Warisan untuk anak.
5. Penghematan pajak.

Selain itu, juga ada tujuan-tujuan keuangan untuk jangka pendek, seperti:

1. Membeli asset seperti rumah, mobil, elektronik, dan lain-lain.
2. Rencana liburan akhir tahun.

Ingat, kita harus SMART dalam menentukan tujuan keuangan kita. Spesifik, Measurable, Achievable, Realistik dan Time-Frame.

1. Spesifik artinya kita harus dapat membayangkan tujuan kita secara detail. Misalkan untuk dana pendidikan anak, kita harus sudah dapat memperkirakan ke universitas mana anak kita akan mengambil gelar sarjana. Untuk dana pensiun kita harus sudah dapat membayangkan bagaimana kehidupan yang kita inginkan pada saat kita tua nanti.

2. Measurable artinya dapat diukur, dalam hal ini alat ukurnya adalah mata uang. Misalkan saja kita ingin membuat rencana untuk liburan akhir tahun, kita harus memperkirakan berapa banyak uang yang akan dibutuhkan untuk liburan kita nanti.

3. Achievable berarti dapat kita capai. Agar tidak menjadi pungguk yang merindukan bulan, sebaiknya tujuan keuangan disesuaikan dengan kemampuan keuangan kita.

4. Realitik berarti tujuan kita masuk akal, bukan merupakan khayalan yang tidak dapat diwujudkan dalam dunia nyata.

5. Time Frame berarti kita harus memiliki jangka waktu yang jelas untuk mencapainya. Misalkan saja untuk dana pendidikan anak, kita harus tahu jelas kapan sang anak akan masuk ke universitas. Untuk rencana pensiun kita harus tahu pada umur berapa kita akan pensiun.

Tuliskanlah tujuan-tujuan keuangan yang Anda inginkan pada kertas, dan kemudian baca kembali tulisan Anda. Beri nomor urut pada tujuan-tujuan tersebut berdasarkan hal mana yang paling penting untuk Anda. Misalkan Anda menganggap anak Anda paling berharga untuk Anda, mungkin saja Anda memberikan nomor satu untuk dana pendidikan anak, kemudian nomor dua untuk perlindungan keluarga dari resiko finansial.

Mengapa perlu memberi nomor urut pada tujuan finansial? Karena keterbatasan pendapatan, ada kemungkinan kita TIDAK BISA mewujudkan seluruh tujuan finansial kita. Jadi kita hanya bisa memilih tujuan mana yang paling penting untuk kita. Untuk itulah gunanya nomor urut. Nantinya dalam membuat rencana, kita akan memulai dari tujuan yang paling penting. Tujuan dengan nomor urut satu. Setelah rencana untuk tujuan pertama ini bisa tercapai, dan masih ada uang tersisa, baru kita membuat rencana untuk tujuan kedua. Dan begitu seterusnya.

Sepuluh Cara Berhemat

Ada sepuluh ide untuk melakukan penghematan dengan cara sederhana, yang mudah dilakukan tanpa harus menjadi pelit.
1. Bawa air minum
Membeli air minum dalam kemasan tak hanya menambah sampah plastik tapi juga memboroskan uang. Bayangkan, jika dalam sehari Anda membeli sebotol air minum dengan harga Rp 3000, dalam sebulan Anda menghabiskan Rp 90 ribu. Sebagai gantinya, belilah botol minum sendiri — yang bisa diisi ulang.
2. Membawa daftar belanjaan
Buatlah daftar belanjaan sebelum pergi berbelanja ke toko. Pastikan daftar Anda hanya berisikan barang-barang yang memang Anda butuhkan. Hanya barang yang masuk daftar yang boleh dibeli, lainnya tidak.
3. Berjalan kaki lebih sering
Cobalah jalan kaki jika tujuan Anda cukup dekat. Kurangi ketergantungan terhadap kendaraan pribadi dan gunakan kendaraan umum. Anda juga bisa mencoba memberi tumpangan dengan teman yang searah. Informasinya bisa didapat melalui beberapa komunitas dengan  berbagi kendaraan.
4. Manfaatkan perpustakaan
Anda tidak perlu senantiasa membeli buku baru. Kunjungilah perpustakaan untuk mencari buku yang diperlukan.
5. Kurangi makan di luar
Usahakan memasak dan membawa bekal makan siang untuk di kantor. Memasak akan menghemat banyak biaya dibandingkan selalu makan di luar.
6.Jauhi ATM asing
Menarik uang dari bank selain bank Anda bisa menyebabkan pemotongan uang dari rekening. Jumlahnya bervariasi mulai dari Rp 3000 hingga Rp 20 ribu. Nilai ini nampaknya kecil, tapi bayangkan jumlah totalnya jika sering dilakukan.

7. Membuat kopi sendiri
Daripada membeli kopi mahal di kafe, lebih baik minum kopi buatan sendiri. Sedikit-sedikit mengirit lama-lama jadi bukit.
8. Kurangi ke mal
Jalan-jalan ke mal bisa mendatangkan banyak godaan untuk membeli barang secara impulsif. Maka itu, lebih baik habiskan waktu libur dengan piknik ke taman atau museum.
9. Manfaatkan kartu diskon
Beberapa toko menawarkan diskon bagi pelanggan yang punya kartu anggota. Manfaatkan hal ini dengan bijak. Awas, ini berbeda dengan membeli barang diskon yang sebenarnya tidak dibutuhkan.
10. Daur ulang
Kreatiflah: ada banyak ide yang bisa dilakukan untuk mendaur ulang barang yang tak digunakan lagi. Misalnya, memadukan pakaian lama dengan baju lain sehingga menjadi lebih menarik.